Senin, 14 Februari 2011

Daftar IQ Tertinggi Di Dunia

Daftar IQ Tertinggi Di Dunia

Kecerdasan seseorang umumnya di lihat dari skor IQ. Padahal sebenarnya antara kecerdasan dan IQ terdapat perbedaan yang mendasar. Kecerdasan / inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.


Sementara itu IQ atau Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age).

Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.

Kemudian pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.

Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.

Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.

Sudahkah anda mengetahui berapa skor IQ anda..? Silahkan coba kemudian bandingkan hasilnya dengan daftar berikut ini, yaitu daftar orang-orang dengan skor IQ tinggi.

Berikut ini adalah daftar orang-orang dengan IQ tertinggi, yaitu :
1.Leonardo da Vinci Universal Genius,asal Italy, IQ 220
2.Johann Wolfgang von Goethe — Germany 210
3.Gottfried Wilhelm von Leibniz — Germany 205
4.Emanuel Swedenborg — Sweden 205
5.William James Sidis — USA 200
6.Kim Ung-Yong — Korea 200
7.Thomas Wolsey Politician England 200
8.Hugo Grotius Writer Holland 200
9.Sir Francis Galton Scientist & doctor England 200
10.John Stuart Mill Universal Genius England 200
11.Christopher Langan Bouncer & scientist & philosopher
USA 195
12.Sarpi Councilor & theologian & historian Italy 195
13.George H. Choueiri A.C.E Leader Lebanon 195
14.Blaise Pascal Mathematician & religious philosopher France 195
15.Ludwig Wittgenstein Philosopher Austria 190
16.Phillipp Melanchthon Humanist & theologian Germany 190
17.PierreSimon de Laplace Astronomer & mathematician France
190
18.Philip Emeagwali Mathematician Nigeria 190
19.William Pitt (the Younger) Politician England 190
20.Voltaire Writer France 190
21.Albrecht von Haller Medical scientist Switzerland 190
22.George Berkeley Philosopher Ireland 190
23.Garry Kasparov Chess player Russia 190
24.Sir Isaac Newton Scientist England 190
25.Friedrich von Schelling Philosopher Germany 190
26.Arnauld Theologian France 190
27.Bobby Fischer Chess player USA 187
28.Marilyn vos Savant Writer USA 186
29.Galileo Galilei Physicist & astronomer & philosopher Italy
185
30.Joseph Louis Lagrange Mathematician & astronomer Italy/
France 185
31.Ren Descartes Mathematician & philosopher France 185
32.Lord Byron Poet &writer England 180
33.David Hume Philosopher &politician Scotland 180
34.John H. Sununu Chief of Staff for President Bush USA 180
35.James Woods Actor USA 180
36.Madame de Stael Novelist & philosopher France 180
37.Charles Dickens Writer England 180
38.Thomas Chatterton Poet & writer England 180
39.Alexander Pope Poet & writer England 180
40.Buonarroti Michelangelo Artist, poet & architect Italy 180
41.Benjamin Netanyahu Israeli Prime Minister Israel 180
42.Arne Beurling Mathematician Sweden 180
43.Baruch Spinoza Philosopher Holland 175
44.Johannes Kepler Mathematician, physicist & astronomer
Germany 175
45.Immanuel Kant Philosopher Germany 175
46.Robert Byrne Chess Player Irland 170
47.Johann Strauss Composer Germany 170
48.Hypatia Philosopher & mathematician Alexandria 170
49.Richard Wagner Composer Germany 170
50.Andrew J. Wiles Mathematician England 170
51.Sofia Kovalevskaya Mathematician & writer Sweden/Russia
170
52.Dr David Livingstone Explorer & doctor Scotland 170
53.Donald Byrne Chess Player Irland 170
54.Martin Luther Theorist Germany 170
55.Judith Polgar Chess player Hungary 170
56.Plato Philosopher Greece 170
57.George Friedrich H?ndel Composer Germany 170
58.Raphael Artist Italy 170
59.Felix Mendelssohn Composer Germany 165
60.Truman Cloak — – 165
61.JohnLocke Philosopher England 165
62.Ludwig van Beethoven Composer Germany 165
63.Charles Darwin Naturalist England 165
64.Carl von Linn Botanist Sweden 165
65.Johann Sebastian Bach Composer Germany 165
66.James Watt Physicist & technician Scotland 165
67.Friedrich Hegel Philosopher Germany 165
68.Wolfgang Amadeus Mozart Composer Austria 165
69.Jola Sigmond Teacher Sweden 161
70.Dolph Lundgren Actor Sweden 160
71.Bill Gates CEO, Microsoft USA 160
72.Albert Einstein Physicist USA 160
73.George Eliot (Mary Ann Evans) Writer England 160
74.Paul Allen Microsoft cofounder USA 160
75.Nicolaus Copernicus Astronomer Poland 160
76.Joseph Haydn Composer Austria 160
77.Benjamin Franklin Writer, scientist & politician USA 160
78.James Cook Explorer England 160
79.Stephen W. Hawking Physicist England 160
80.Sir Clive Sinclair Inventor England 159
81.Honor de Balzac Writer France 155
82.Anthonis van Dyck Artist Belgium 155
83.Miguel de Cervantes Writer Spain 155
84.Ralph Waldo Emerson Writer USA 155
85.Rembrandt van Rijn Artist Holland 155
86.Jonathan Swift Writer & theologian England 155
87.Sharon Stone Actress USA 154
88.John Quincy Adams President USA 153
89.George Sand Writer France 150
90.Rousseau Writer France 150
91.Jayne Mansfield — USA 149
92.H. C. Anderson Writer Denmark 145
93.Bonaparte Napoleon Emperor France 145
94.Richard Nixon Ex-President USA 143
95.Hjalmar Schacht Nazi officer Germany 143
96.Adolf Hitler Nazi leader Germany 141
97.Shakira Singer Colombia 140
98.Hillary Clinton Ex-President wife USA 140
99.Geena Davis Actress USA 140
100.Jean M. Auel Writer Canada 140
Daftar IQ dari Tokoh Yang Masih Hidup

* Fisikawan / Engineer Kim Ung-yong memiliki IQ diverifikasi 210
* Bouncer Christopher Michael Langan memiliki IQ diverifikasi 195
* Engineer Philip Emeagwali diduga memiliki IQ 190
* Juara Catur Dunia Garry Kasparov diduga memiliki IQ 190
* Penulis Marilyn Vos Savant memiliki IQ diverifikasi 186
* Aktor James Woods diduga memiliki IQ dari 180
* Politikus John H. Sununu diduga memiliki IQ dari 180
* Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diduga memiliki IQ dari 180
* Matematikawan Andrew Wiles diduga memiliki IQ dari 170
* Juara Catur Dunia Judith Polgar diduga memiliki IQ dari 170
* Catur Grandmaster Robert Byrne diduga memiliki IQ dari 170
* Juara Catur Dunia Bobby Fischer diduga memiliki IQ dari 167
* Mathematician / Physicist Stephen W. Hawking diduga memiliki IQ lebih dari 160
* Microsoft Pendiri Paul Allen diduga memiliki IQ lebih dari 160
* Aktris Sharon Stone diduga memiliki IQ 154 tags:

Minggu, 13 Februari 2011

DASAR – DASAR KECERDASAN MAJEMUK


DASAR – DASAR KECERDASAN MAJEMUK

DASAR – DASAR KECERDASAN MAJEMUK
Menurut Howard Gradner (1987), Kecerdasan dasar manusia ada 8, kecerdasan tersebut meliputi:
1) Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan menggunakan kata secara lisan maupun tertulis, (misalnya; pendongeng, orator, politisi, waratawan, sastrawan, editor, wartawan, dll).
2) Kecerdasan Matematis Logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran dengan benar, (misalnya; akuntan, ahli matematika, ahli Statistik, pemrogaman computer, ilmuwan, ahlil logika, dsb)
3) Kecerdasan Spasial adalah kemampuan mempresepsi dunia spasial visual secara akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial dan visual tersebut, (misalnya; pemburu, pramuka, arsitek, dekorator interior, seniman atau penemu, dsb)
4) Kecerdasan Kinetis Jasamani adalah kemampuan mengekspresikan ide dan perasaan serta menciptakan atau mengubah sesuatu, (misalnya: actor, pantomim, pematung, atlet, penari, pengrajin, dokter bedah).
5) Kecerdasan Musikal adalah kemampuan menangani bentuk – bentuk musical dengan cara mengekspresikan dna membedakan, (misalnya : penikmat musik, kritikus music, komposer, penyanyi)
6) Kecerdasan Interpesonal adalah kemampuan memersepsi dan membedakan susasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain.
7) Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman diri (kekuatan dan keterbatasan diri.
8) Kecerdasan Naturalis adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.


 LANDASAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK
Howard Gradner menyusun syarat pokok yang harus dipenuhi oleh setiap kategori kecerdasan.
1. Potensi yang terisolasi akibat kerusakan otak (kerusakan otak karena cidera dapat mengganggu kecerdasan tertentu, tetapi tidak mempengaruhi kecerdasan yang lain.
2. Adanya Savant, Genius, dan orang – orang besar lainnya yaitu Nampak satu kecerdasan yang sangat menonjol (individu yang menunjukan kemampuan superior pada satu kecerdasan, sedang kecerdasan yang lain sangat rendah).
3. Riwayat perkembangan khusus dan kinerja “ Kondisi Akhir” bertaraf ahli yang khas.
4. Sejarah Evolusioner dan kenyataan logis evolusioner.
5. Dukungan dari teman psikometrik.
6. Dukungan dari penelitian psikologi eksperimental.
7. Cara kerja atau rangkaian cara kerja dasar yang teridentifikasi (setiap kecerdasan persis program komputer yang membutuhkan cara kerja tertentu).
8. Kemudian menyajikannya kedalam sistem simbol.

 POIN – POIN KUNCI DALAM KECERDASAN MAJEMUK
1. Setiap orang memiliki kedelapan kecerdasan
2. Orang pada umumnya dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai.
3. Kecerdasan – kecerdasan umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks.
4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori.




 Keberadaan Kecerdasan yang lain
Disamping kedelapan kecerdasan, mungkin ada kecerdasan yang lain, misalnya kecerdasan spiritual, moral, humor, intuisi, kreativitas, memasak, penciuman dsb.



 Kaitan Teori Kecerdasan Majemuk dengan Teori Kecerdasan yang lain.
Teori Kecerdasan Majemuk adalah model kognitif yang berupaya menjelaskan bagaimana seseorang menggunakan kecerdasan mereka untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk, teori yang lain adalah teori kepribadian.


II. KECERDASAN MAJEMUK DA PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Untuk menerapkan suatu model pembelajaran di lingkungan sekolah, terlebih dahulu merapkan model Kecerdasan Majemuk pada diri kita sebagai pendidik dan pelajar dewasa.
Hal itu dapat dilakukan dengan cara :
1. Menilai kecerdasan majemuk kita sendiri.
2. Memanfaatkan sumber daya kecerdasan majemuk.
a. Meminta bantuan teman yang ahli.
b. Meminta bantuan siswa.
c. Menggunakan tekonologi yang ada.
d. Mengembangkan kecerdasan majemuk anda.


 Kecerdasan dapat berkembang atau tidak tergantung pada 3 (tiga) faktor :
a. Faktor Biologis (faktor keturunan atau genetis dan cidera otak sebelumnya, selama dan setelah kelahiran).
b. Sejarah hidup pribadi (pengalaman dengan orang tua, guru, teman sebaya, orang lain, baik yang membangkitkan dan menghambat).
c. Latar belakang kultural dan historis.

 Pendorong dan penghambat kecerdasan
a. Crystallizing Experiences ( Pengalaman yang menkristalkan )
b. Paralyzing Experiences ( Pengalaman yang melumpuhkan )

 Pengaruh lingkungan yang mendorong dan menghambat kecerdasan
a. Akses ke sumber daya atau mentor.
b. Faktor historis – kultural.
c. Faktor geografis.
d. Faktor keluarga.
e. Faktor situasional.

Teori Kecerdasan Majemuk menawarkan model perkembangan kepribadian yang membantu para pendidik memahami bagaimana profil kecerdasan mereka sendiri dapat mempengaruhi pendekatan – pendekatan pengajaran mereka di ruang kelas, dan membantu mengembangkan kecerdasan yang tidak berkembang menjadi lebih baik dan membawa kecerdasan yang tidak berkembang menuju ke tingkat kecakapan yang lebih tinggi.





III. MENILAI KECERDASAN MAJEMUK SISWA.
Setiap anak memiliki delapan kecerdasan dan dapat mengembangkan sikap kecerdasan sampai tingkat kompetensi yang cukup tinggi. Namun biasanya hanya muncul dua atau tiga kecerdasan yang menonjol. Guru jangan sampai membatasi seorang siswa hanya dalam satu wilayah kecerdasan saja, karena siswa mempunyai kelebihan di wilayah tertentu.

 Minilai kecerdasan siswa dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengamati kegiatan siswa (check list).
2. Mengumpulkan Dokumentasi (foto, video, kaset, dokumen sekolah, dll).
3. Melihat data sekolah (Data komulatif dan hasil prestasi siswa dapat memberi informasi tentang kecerdasan yang dimiliki siswa).
4. Berdiskusi dengan teman guru yang lain / guru spesialis mata pelajaran yang dapat memberikan informasi tentang kecerdasan siswa.
5. Bicara dengan orang tua.
Informasi orang tua sangat diperlukan untuk mengembangkan Kecerdasan majemuk siswa.
6. Bertanya kepada siswa, karena merekalah yang sangat tahu tentang kecerdasan yang paling berkembang yang dia miliki.
7. Menyelenggarakan kegiatan khusus.
Guru meneyelenggarakan kegiatan khusus yang dapat menampung berbagai kegiatan dan keunikan siswa sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya, dengan demikian guru dapat melihat mengenali kecerdasan yang dimiliki siswanya.



IV. MENGAJARKAN KECERDASAN MAJEMUK KEPADA SISWA.
Salah satu aspek yang paling bermanfaat dari teori kecerdasan majemuk adalah mempermudah anak dalam menghadapi proses belajar mereka. Ketika anak terlibat dalam kegiatan meta kognitif anak dapat memilih strategi yang tepat untuk memecahkan masalah.

 Pengantar Lima Menit Teori Kecerdasan Majemuk
Di dalam mengajarkan kecerdasan majemuk kepada siswa cukup waktu lima menit dengan pertanyaan – pertanyaan yang dapat memanggil potensi anak menurut kecerdasan yang dimiliki tanpa menyisihkan sebagian anak dari pembicaraan.
Contoh : kecerdasan linguistik, dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut :
- Siapa yang bisa berbecerita ?. ”Saya” jawab anak – anak.
- Siapa yang suka membaca buku ? dll
Itu contoh kecerdasan berbahasa dan semua anak yang menjawab berarti cerdas berbahasa. Hal itu dilakukan pula pada kecerdasan – kecerdasan yang lain.
Misalnya : - Kecerdasan matematis logis
- Kecerdasan spasial.
- Kecerdasan Musik
- Kecerdasan Interpersonal sampai pada kecerdasan naturalis.

 Kegiatan untuk mengajarkan Teori Kecerdasan Majemuk
1) Hari Karier (Carier Day)
Hari Karier dapat dilakukan dengan cara sekolah mendatangkan seorang ahli dalam bidang masing – masing, contoh ; editor, aristek, akuntan, atlet, konselor, dll. Untuk mempresentasikan kecerdasan mereka di depan anak – anak. Sehingga anak – anak tahu kecerdasan yang mereka miliki dan memotivasi anak mengembangkan kecerdasannya.
2) Karya Wisata
Mengajak siswa ke perpustakaan,laboratorium, stasiun radio, usaha kerajinan dsb.
3) Biografi
Meminta siswa mempelajari Biografi para tokoh seperti ; enit Blyton, Cairil Anwar ( cerdas bahasa ), Habibie (cerdas logika), Affandi (cerdas gambar), WR. Supratman (cerdas musik), dll.
4) Rencana Pelajaran
Menyusun pelajaran dengan memasukkan delapan kecerdasan dalam setiap mata pelajaran.
5) Pengalaman Empiris yang Praktis
Meminta siswa melakukan delapan kegiatan yang difokuskan pada satu kecerdasan tertentu.
6) Gambar / Poster Dinding (biografi / poster tokoh – tokoh terkenal, memasang gambar yang menarik).
7) Rak Pameran (memamerkan hasil karya anak).
8) Buku bacaan atau artikel tentang teori kecerdasan majemuk (menggunakan buku bacaan yang lebih banyak)
9) Meja kecerdasan majemuk.
Menyediakan untuk dapat mengenali bakat masing – masing anak, dilakukan diawal tahun.
10) Berburu kecerdasan
Memperkenalkan teori kecerdasan majemuk pada anak awal tahun pelajaran.
11) Papan Permainan : berupa permainan simbol yang menggambarkan delapan kecerdasan majemuk.
12) Cerita, lagu, dan drama kecerdasan majemuk, oleh guru dikembangkan.
V. KECERDASAN MAJEMUK DAN PERKEMBANGAN KURIKULUM
Sumbangan terbesar teori kecerdasan majemuk bagi bidang pendidikan adalah memungkinkan disusunnya kurikulum dalam lingkup luas untuk ”mengembangkan” otak yang terlelap yang dikhawatirkan oleh Goadlod terjadi di sekolah kita.
 Latar Belakang Historis Pengajaran Modus Majemuk.
Bahwa pengajaran modus majemuk jangan digunakan paksaan tetapi hendaknya dengan cara – cara yang menyenangkan artinya seorang guru dalam proses pengajarannya menggugah pikiran siswa tanpa terpaku pada teks dan papan tulis. Dengan menggunakan metode – metode yang tepat bagi semua anak didik yang beragam.

 Guru Kecerdasan Majemuk.
Di kelas kecerdasan majemuk, guru diharapkan mampu mengubah metode presentase, mulai dari metode linguistik ke Metode Spasial, lalu ke Metode Musik, sehingga dapat mengkombinasikan berbagai kecerdasan secara kreatif.

 Metode dan Materi Kunci Kecerdasan Majemuk.
Metode diterapkan dalam pengajaran melalui kecerdasan majemuk seperti pada tabel berikut, contoh :
1. Kecerdasan Linguistik.
a. Curah gagasan (menulis, pidato, permainan dengan kata – kata berbagai rasa)
b. Bercerita (bicara di depan umum secara spontan dll)
c. Menulis jurnal (deklamasi, membaca bagi diri sendiri)
d. Merekam dengan kaset (menggunakan program pengolahan kata)
e. Publikasi (membuat majalah dinding)
f. Heuristik.

2. Kecerdasan Matematis Logis
a. Soal matematika
b. Pertanyaan ala sokrates
c. Klasifikasi dengan kategorisasi
d. Kakulasi dan kuantifikasi
e. Penalaran ilmiah dst.
Penalaran kedelapan kecerdasan majemuk yakni ke spasial sampai pada kecerdasan naturalis.

 Cara Menyusun Rencana Pelajaran Kecerdasan Majemuk.
a. Berpusat pada tujuan dan topik tertentu
b. Menjawab pertanyaan kunci kecerdasan majemuk
c. Mempertimbangkan kemungkinan lain yang dapat membantu proses belajar
d. Curah Gagasan (mencatat semua yang melintas di benak) curah gagasan dengan guru yang lain.
e. Memilih kegiatan yang cocok.
f. Menyusun rencana pelajaran yang berkesinambungan.


 Kecerdasan Majemuk dan Pengajaran Tematis.
Teori Kecerdasan Majemuk mengkondisikan penyusunan kurikulum berdasarkan tema. Untuk dapat memastikan bahwa kegiatan – kegiatan yang dipilih dalam satu tema akan mengaktifkan kedelapan kecerdasan sehingga membangkitkan bakat alami setiap anak.


VI. KECERDASAN MAJEMUK DAN STRATEGI PENGAJARAN
Teori Kecerdasan Majemuk kemungkinan pada berbagai strategi diterapkan di kelas. Sehingga guru lebih leluasa mengembangkan strategi pengajaran yang inovatif yang relatif yang baru di dunia pendidikan. Di dalam kelas setiap siswa memiliki delapan kecerdasan yang berbeda – beda. Guru yang baik adalah guru yang dalam presentasi melibatkan siswa secra aktif mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Ada 40 strategi pengajaran, dan 5 strategi untuk setiap kecerdasan.
 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Lingusitik.
a. Bercerita (bercerita harus dijadikan strategi yang vital)
b. Curah gagasan
c. Merekam dengan tape recorder
d. Menulis jurnal
e. Publikasi

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Matematis
a. Kalkulasi dan kuatifikasi.
b. Klasifikasi dan katergorisasi
c. Pertanyaan sokratis (berfikir kritis)
d. Heuristik.
e. Penalaran ilmiah.

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Spasial
a. Respons tubuh (dengan gerakan – gerakan tubuh)
b. Teater kelas (bermain peran)
c. Konsep kinestetis (tebak kata)
d. Hands on thinking (menciptakan sesuatu dengan tangan siswa)
e. Peta tubuh (anggota tubuh dijadikan alat pedagogis)

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Musik
a. Irama lagu rap dan senandung
b. Diskografi (tape recorder, CD, rekaaman, dll)
c. Musik super memori (belajar sambil mendengarkan musik)
d. Konsep musikal (menglunkan musik untuk berfikir)
e. Musik suasana (membangun suasana hati)

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Interpersonal
a. Berbagai rasa dengan teman sekelas.
b. Formasi patung dari orang
c. Kerja kelompok
d. Board Games (game dengan menggunakan papan)
e. Simulasi.

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Intrapersonal
a. Sesi refleksi satu menit.
b. Hubungan materi pelajaran dengan pengalaman pribadi.
c. Waktu memilih (siswa bebas membuat keputusan tentang pengalaman belajar)
d. Momentum mengekspresikan perasaan (membuat siswa merasa nyaman)
e. Sesi pengajaran tujuan (mampu merumuskan tujuan sendiri)


 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Naturalis
a. Jalan – jalan ke alam terbuka
b. Melihat ke luar jendela.
c. Tanaman sebagai dekorasi
d. Membawa hewan peliharaan ke kelas.
e. Eko study (menghormati alam sekitar)


VII. KECERDASAN MAJEMUK DI LINGKUNGAN KELAS
Lingkungan kelas atau ekologi kelas yang baik adalah lingkungan kelas yang ditata secara fundamental agar dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai jenis pelajaran.
 Kecerdasan Majemuk dan faktor ekologis dalam proses belajar.
Tidak mustahil bahwa di lingkungan kelas banyak faktor yang mendorong dan menghambat proses belajar di kelas. Untuk dapat memfasilitasi siswa perlu di perhatikan apakah ekologi kelas telah memenuhi 8 (delapan) kecerdasan, akan menghasilkan beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1. Kecerdasan Linguistik :
a. Bagaimana perkataan lisan digunakan didalam kelas ?
b. Bagaimana siswa dihadapkan pada pernyataan tertulis ? dsb
2. Kecerdasan Matematis Logis
a. Bagaimana penataan waktu dikelas ?
b. Apakah jadwal kelas tersusun secara efektif ? dsb
3. Kecerdasan Spasial :
a. Bagaimana penataan mebel di ruang kelas ?
b. Apakah ruang kelas ditata hingga enak dipandang? Dsb.
4. Kecerdasan Kinestetis Jasmani :
a. Apakah siswa menghabiskan waktunya tanpa ada kesempatan untuk bergerak, atau sering diberi waktu berdiri dan berkeliling (waktu istirahat) ?
b. Apakah siswa memperoleh makanan ringan yang sehat atau ada makanan tambahan di sekolah ?
5. Kecerdasan Musik :
a. Apakah lingkungan auditori mendukung proses belajar ?
b. Bagaimana guru menggunakan suaranya ?

6. Kecerdasan Interpersonal :
a. Apakah siswa sering mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi positif ?
b. Apakah suasana saling memiliki dan saling percaya menjiwai ruang kelas ?

7. Kecerdasan Intrapersonal :
a. Apakah siswa memiliki kesempatan untuk berkerja secara mandiri ?
b. Apakah siswa yang mengalami masalah emosional dipertemukan dengan konselor ?

8. Kecerdasan naturalis :
a. Apakah siswa memperoleh kesempatan menjalani proses kegiatan belajar di luar sekolah ?
b. Apakah di ruang kelas ada makluk hidup lain ?


 Pusat Kegiatan Kecerdasan Majemuk
Pusat kegiatan yang ”Ramah Kecerdasan” dapat memperbesar parameter eksplorasi siswa.

Ada 4 (empat) Pusat Kegiatan :
1. Pusat Kegiatan yang Permanen
Pemberian label yang jelas pada setiap pusat kegiatan sesuai dengan tata nama kecerdasan, sehingga anak dapat memahami kecerdasan majemuk yang mereka miliki dan melakukan interaksi sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya.



2. Pusat Kegiatan Tematis Sementara
Penataan pusat kegiatan tematis, setiap tema hendaknya memuat delapan kecerdasan di dalamnya dari kecerdasan linguistik ke kecerdsasan naturalis.

3. Pusat Kegiatan Umum Sementara
Kegiatn ini dilaksanakan diluar / kelas, seperti ; game, kuis, dll.

4. Pusat Kegiatan Tematis (berpindah) yang Permanen
Kegiatan ini merupakan gabungan dari kegiatan permanen dengan tematis sementara.

5. Pilihan Siswa dan Pusat Kegiatan
Siswa bebas menentukan pilihan dari pusat – pusat kegiatan yang mereka sukai sesuai dengan jenis kecerdasan yang menonjol dari siswa tersebut.



VIII. KECERDASAN MAJEMUK DAN MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan manajemen kelas yang baik ;
1. Menarik perhatian kelas.
2. Mempersiapkan masa peralihan
3. Mengkomunikasikan peraturan kelas
4. Membentuk kelompok
5. Menangani perilaku, individual dan menggunakan prespektif yang lebih luas.




IX. SEKOLAH KECERDASAN MAJEMUK
Kecerdasan Majemuk dan Sekolah Tradisional.
Sekolah Tradisional memandang kecerdasan majemuk sebagai mata pelajaran tambahan, bahkan cenderung mengabaikan kecerdasan majemuk.
Aspek – aspek pendidikan Kecerdasaan Majemuk :
1. Pengajaran sehari hari melalui delapan kecerdasan
2. Tema Berskala Sekolah
3. Kelompok minat.
4. Ruang mengalir.
5. Komisi sumber daya masyarakat
6. Kelompok usia campuran heterogen.
Sekolah Kecerdasan Majemuk pada masa depan mungkin akan mencerminkan aspek – aspek yang tidak kita bayangkan saat ini.


X. KECERDASAN MAJEMUK DAN PENILAIAN
Pengukuran Autentik memperlihatikan apa yang telah dipelajari siswa.
Menyerupai lingkungan mereka mewujudkan hasil proses belajar pada kehidupan nyata.
Keunggulan Penilaian Autentik;
1. Berbagai jenis penilaian (catatan tertulis, hasil karya, kaset, video tape, dsb)
2. Proyek penilaian kecerdasan majemuk.
3. Proyek spektrum
4. Key learning komuniti.
5. Unit KPS (Kecerdasan Praktis Sekolah)
6. Art Parpel.
7. Penilaian Melalui Delapan Cara.
8. Penilaian Dalam Bentuk yang sama.
9. Porto Folio Kecerdasan Majemuk.
XI. KECERDASAN MAJEMUK PENDIDIKAN KHUSUS
Dengan teori Kecerdasan Majemuk mulai memandang siswa yang memerlukan kebutuhan khusus sebagai pribadi utuh yang memiliki kekuatan di berbagai wilayah kecerdasan.
Teori Kecerdasan Majemuk sebagai paradigma pertumbuhan.
Menyediakan model untuk memahami Savant, dan memandang anak yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi yang pada dasarnya sehat.


XII. KECERDASAN MAJEMUK DAN KEMAMPUAN KOGNITIF
Teori Kecedasan Majemuk membangun konteks yang tepat untuk memahami kemampuan kognitif siswa :
1. Daya ingat (dapat di aktifkan )
2. Pemecahan Masalah.
Teori Kecerdasan Majemuk merupakan model yang meninggalkan kegiatan berfikir tingkat lebih rendah menuju beragam tugas kognitif yang kompleks untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.


XIII. BEBERAPA PERAPAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK YANG LAIN
1. Teknologi Komputer
2. Keragaman Budaya
3. Bimbingan Karier




XIV. KECERDASAN MAJEMUK DAN KECERDASAN EKSISTENSIAL
Gardner menulis kecerdasan ke sembilan kecerdasan eksistensial yaitu kecerdasan sebagai minat pada masalah – masalah pokok kehidupan. Kriteria – kriteria kecerdasan eksistensial ; Nilai kulutura, sejarah perkembangan, sistem symbol, savant, kajian psikometrik, plaosibilitas, dan penelitan otak.
Cara mengintegrasikan kecerdasan eksistensial kedalam pengajaran di kelas ;
1. Melalui SAINS (ilmu pasti/ ilmu alam)
2. Matematika
3. Sejarah
4. Geografi
5. Seni
Melalui penekanan bahwa masalah hakikat kehidupan merupakan bagain integral dalam pemahaman yang menyeluruh akan budaya manusia.

Sabtu, 12 Februari 2011

HOLISTIC BRAIN IMPROVEMENT INDONESIA


Holistic Brain Improvement (HoBI) Indonesia

Apa itu HoBI?
HoBI (Holistic Brain Improvement) adalah metode optimalisai kerja otak menyeluruh untuk mencapai tingkat kecerdasan optimal dan memiliki daya kreativitas yang tinggi



Didirikan oleh Cahya Yudi Widianto salah seorang inovator Indonesia yang visioner. Beliau bercita-cita melahirkan banyak anak-anak Indonesia yang cerdas, kreatif dan berakhlaq mulia 









Beliau adalah peneliti yang telah berhasil menelurkan banyak ide :
- Propolis Super pembunuh virus kanker
- Trombo Propolis obat demam berdarah, Malaria dan Chikungunya
- Melahirkan Tanpa Sakit
- Khitan tanpa sakit
- Pupuk Organik marolis
Beliau sangat aktif melakukan kajian ilmiah. Setidaknya saat ini ada 28 kajian ilmiah yang sedang beliau jalankan

 





           

Cikal bakal metode pelatihan HoBi lahir dari tangan Cahya Yudi Widianto dan sahabatnya Anton Pallaguna seorang instruktur  pilot  F16 AU. Selain sebagai penerbang, Anton juga merupakan pengembang metode optimalisasi Otak kanan yang hingga kini metodenya dipakai di berbagai bidang. Beliau juga menulis buku berjudul “Berjumpa Tuhan di kokpit F16” yang membahas mekanisme kerja otak dalam khusyuknya sholat





Latar Belakang
Pondasi kecerdasan menuju potensi jenius sebenarnya dimiliki oleh setiap orang. Dimana potensi  ini adalah potensi seseorang dengan kapasitas mental di atas rata-rata di bidang intelektual, terutama ditunjukkan dalam hasil kerja yang kreatif dan orisinal. Mereka selalu menunjukan imajinasi yang kuat, unik dan inovatif dan mampu mengekspresikan ide-idenya dengan lebih jelas, melalui visualisasi dengan menggunakan diagram-diagram dan analogi.
            Andrew Robinson dalam bukunya yang berjudul ‘Sudden Genius?’ menemukan ternyata menjadi jenius tidak terjadi dalam waktu singkat. Harus melalui jalan bertahap. Jenius adalah hasil kerja keras yang konsisten dan ketekunan.
HoBI meletakkan pondasi kecerdasan menuju potensi jenius
Metode HoBI menggunakan berbagai stimulus untuk meningkatkan fungsi thalamus. Thalamus berperan sebagai stasiun relay dari setiap informasi yang dibawa sistem sensor, berperan dalam visualisasi dan sensasi. Untuk menguatkan fungsi visualisasi thalamus, HoBI melakukan stimulus Visual (penglihatan) , Auditory (pendengaran), Somatosensoris (peraba, penciuman, pengecap).


Output dari thalamus ini akan diterjemahkan oleh cortex cerebralis. Penggambaran yang muncul di cortex cerebralis, diterjemahkan oleh sensasi pada sistem limbic. Saat inilah pondasi kecerdasan menuju potensi jenius diletakkan dan dimulai.
HoBI menggunakan media kentongan sebagai stimulus karena itulah frekuensi yang sesuai dengan potensi yang ada pada gelombang otak. HoBI tidak menggunakan audio (binaural beat) seperti yang banyak digunakan lembaga pelatihan otak lain, karena musik yang dihasilkan akan mempengaruhi frekuensi yang tidak terarah dan terukur. Apalagi banyak binaural beat  yang ‘dicurigai’ bermuatan mind programming yang sulit kita ketahui isi (content)  maupun efek sampingnya dimasa depan

Metode HoBI meningkatkan memori melalui kemampuan visualisasi dan asosiasi


HoBI mengembangkan kemampuan memori anak dengan menggunakan metode visualisasi dan asosiasi. Untuk memiliki daya ingat yang tinggi, seseorang harus memiliki neuron (sel-sel saraf) yang sangat berkembang di otaknya. Selain itu pengulangan dan repetisi juga sangat penting. Ketika suatu informasi diberikan, miliaran neuron yang berbentuk dendritik-bercabang-cabang- akan bergetar dan bersentuhan satu sama lain. Suatu ingatan hanya terjadi jika neuron yang berdekatan saling menempel cukup lama sehingga terjadi myelinisasi – proses pembentukan membran myelin di sepanjang saraf. Ketika myelin hilang atau lepas, memori juga ikut hilang. Dengan demikian myelinisasi adalah proses yang sangat penting untuk pembentukan memori
Mengapa menggunakan metode mata tertutup? HoBI menggunakan mata tertutup bukan sebagai hasil tolak ukur kecerdasan, namun sebagai sarana mengembangkan kemampuan memory dan visualisasi siswa. Saat mata tertutup, indera lainnya lebih aktif mengirim informasi. Di area cortex cerebral, terjadi penguatan sistem limbik yang satu terhadap yang lainnya. Terjadilah fenomena Synesthesia dimana kekurangan di satu bagian otak akan ditutupi oleh bagian yang lain. Kondisi inilah kapasitas sistem saraf mengembang. Sehingga memungkinkan Memory & Visualisasi semakin kuat
Apabila sejak kecil anak sudah dilatih otak kanan dan kirinya menggunakan visualisasi dan asosiasi, akan terjadi proses myelinisasi sehingga daya ingat anak menjadi lebih baik. Dalam keadaan neuron selalu bergetar, anak akan belajar, menghafal lebih cepat dan meningkatkan keyakinan, minat, dan konsentrasi dalam belajar. Akibatnya neuronnya akan lebih aktif, dan proses myelinisasi terus berlangsung





HoBI  BUKAN  aktivasi Otak Tengah!  
Akhir-akhir ini banyak lembaga pelatihan yang menawarkan pelatihan aktivasi otak tengah. Lembaga-lembaga ini mengklaim bahwa anak bisa menjadi jenius dalam waktu hanya 2 hari pelatihan ditunjukkan dengan kemampuan membaca dan melakukan aktivitas dengan mata tertutup. Sesungguhnya secara ilmiah hal ini (melihat dengan mata tertutup) tidak secara langsung menunjukkan potensi kejeniusan dan kecerdasan.
·         HoBI beranggapan bahwa kecerdasan tidak terkait dengan hanya salah satu bagian otak saja melainkan interaksi antar beberapa bagian dari otak secara menyeluruh

·         HoBI beranggapan bahwa proses menuju kecerdasan adalah proses bertahap yang tidak bisa terjadi secara instan hanya dengan pelatihan yang singkat.

·         HoBI melakukan tahapan metode yang menghasilkan potensi anak menuju cerdas dan jenius. Dan potensi ini semakin terbentuk melalui proses berlatih secara terus-menerus


Metode HoBI telah melalui penelitian dan pengujian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan
Metode HoBI memiliki kajian ilmiah yang berkelanjutan. Diantaranya telah dilakukan pre-elementary studies yang dilanjutkan dengan penelitian “Pengaruh Metode HoBI terhadap berbagai parameter kognitif dan informasi sensoris pada anak dan dilanjutkan dengan penelitian tingkat lanjut. Dengan tim pengkajian dari UGM (Universitas Gadjah Mada)
- Prof. Dr. Mustofa M. Kes,Apt. (Ahli Farmakologi)
- Dr. Ginus Partadiredja,MSc,PhD (Ahli Fisiologi Saraf)
- Dr. Eti Nurwening S, Mkes (Ahli Farmakologi)
- Dr. Ahmad Asmedi, Sps.,MKes (Ahli penyakit Saraf)
- Dra Sri Kusrohmaniah, MA (Psikologi Umum)
- Dr. Ratna Wulan, MS (Psikologi Pendidikan)
- Rony Wijaya, ST., MT (Elektronika Insrumentasi)
- Cahya Yudi Wiadianto, ST (Holistic Brain Improvement)
- Anik Trihastuti, Spd (Holistic Brain Improvement)
Dari hasil pengujian di Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap siswa yang sudah distimulasi otak metode HoBI :
1. Terjadi pertemuan & saling berdekatan antara informasi visual & auditoris di area thalamus dan mesencephalon
2. Neuron Post menjadi lebih sensitif sesuai postulat mekanisme Hebbian
3. Ada kemiripan subyek penelitian dengan kemampuan Savant (yaitu kemampuan memory, berbahasa, perhitungan matematika dan kemampuan artistik diatas rata-rata normal. yang biasanya dimiliki sebagian anak autis)









Selanjutnya juga dilakukan pengkajian oleh tim penguji dari UNAIR (Universitas Airlangga) di Unit Pelayanan Psikologi UNAIR. Dimana diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan IQ pada siswa yang sudah mengikuti program unggulan HoBI dibandingkan kelompok kontrol


Aplikasi
Metode HoBI memberikan aplikasi dalam  bentuk Folder, Bahasa dan Matematika sebagai pilar kecerdasan menuju potensi jenius
1.    Folder dan Photo-reading sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan super memory
2.    Bahasa Inggris sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan verbal dan visualisasi
3.    Matematika sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan analisa & logika

Tahapan & Materi
Tahapan-tahapan yang dilakukan HoBI adalah :
-       Tahapan I : Optimalisasi
Melatih anak mencapai kondisi otak berada pada gelombang teta
-       Tahap II : Stimulus
Memberikan stimulasi visual, auditory, dan somatosensorik agar kemampuan Thalamus semakin berkembang
-       Tahapan III : Materi
Materi yang akan diberikan dalam pelatihan 72 jam HoBi adalah :
1. Folder (penataan memori)
Memory otak harus ditata sehingga memudahkan pada proses re-calling dari setiap informasi yang dibutuhkan.Setiap informasi yang disimpan di folder selalu disertai visualisasi. Saat penataan sudah sempurna dan isi folder mencapai jumlah yang banyak, maka otak akan memiliki Library (pustaka).Bila pustaka di memory sudah banyak maka otak akan sangat cepat mengenali “informasi baru.Otak akan mengalami plastisitas (berkembangnya kapasitas memory otak)
2. Photo Reading
Pada tahap ini akan di tingkatkan koordinasi fungsi “vision” dan “eye movement”. Otak akan memerintahkan fungsi “speech” agar siswa mampu menceritakan dan menggambarkan apa yang telah ditulis dalam pikirannya (brain scanning).
3. Matematika Rekreasi
Pada tahap ini akan dibangun kemampuan logika siswa. Imajinasi anak dibimbing untuk memahami konsep bangun, bentuk, volume, sudut, penghitungan lanjutan. Saat anak paham asal usul rumus maka ia tidak bergantung pada hapalan rumus. Proses rekreasi matematika inilah yang memudahkan anak melakukan photo reading di bidang matematika
4. Bahasa Inggris     
Siswa yang sudah memiliki pustaka kata yang banyak melalui proses penggambaran, akan me-labeling kosa katanya ke dalam bahasa Inggris. Kata dalam pustaka kata yang sudah dalam bahasa Inggris tersebut akan diblocking dan dituangkan dalam sebuah cerita (paragraf). Saat melakukan re-telling story visualisasi semakin kuat. Dan akhirnya siswa akan menjadi kamus berjalan (life dictionary)

Kemampuan apa yang akan di dapat siswa HoBI?
·         Masing-masing siswa mampu mengenali model gaya belajar yang paling optimal bagi dirinya
·         Mampu berhitung lebih cepat
·         Memahami KONSEP MATEMATIKA REKREASI, sehingga siswa senang dan paham dengan pelajaran matematika. Bahkan dengan mudah bisa mengikuti pelajaran matematika satu tingkat diatasnya
·         Mampu menguasai metode penataan pikiran (folder system)
·         Mampu menghafal 1 BUKU DALAM 24 JAM
·         Kemampuan photo reading untuk menghasilkan gambaran & pemahaman yang akurat
·         Memiliki daya memori yang kuat dan detail (Super Memory)
·         Memiliki dasar kemampuan untuk menguasai berbagai bahasa

Apa bedanya HoBI dengan yang lain?
1.    HoBI memiliki tes potensi gaya belajar
Siswa HoBI akan dilihat potensi gaya belajarnya sehingga mampu mendeteksi model belajar yang paling cocok bagi dirinya. Menyangkut interaksi anak dengan lingkungan sebagai tolak ukur kebiasaan anak secara komprehensif.   Yaitu gaya belajar : Visual, Verbal, Aural, Physical, Logical, Social, Solitary
2.    Metode HoBI berdasarkan hasil pengkajian & penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah
Metode optimalisasi otak HoBI berdasarkan hasil pengkajian ilmiah baik melalui kajian primer maupun literatur yang dilakukan para ahli farmakologi, neuro science, psikologi, fisika dan lain-lain  dari Universitas Gadjah Mada (UGM).  

3.    Metode HoBI memberikan tools bagi siswa untuk mempermudah proses belajar di sekolah
HoBI tidak berhenti pada metode optimalisasi otak tetapi juga langsung memberikan banyak metode belajar yang bisa dipergunakan siswa untuk membantu proses belajar mereka di sekolah diantaranya : Folder, photoreading, matematika rekreasi dan bahasa.

4.    Konsultasi dan maintenance 
HoBI juga memberikan sarana konsultasi bagi orang tua dan maintenance bagi siswa yang ingin memperdalam  materi dan metode belajar HoBI (diluar pelatihan 72 jam)  

5.    Garansi Sampai Bisa
Sudah menjadi komitmen kami untuk menghasilkan output  pelatihan yang berkualitas. Siswa yang belum optimal bisa mengikuti kelas remedial  tanpa kami kenakan biaya pelatihan dan kami menggaransi sampai siswa bisa

6.    Small Class
Untuk mencapai kualitas optimal setiap kelas hanya berisi 20 siswa dan setiap 5 siswa akan dibimbing dengan 1 orang trainer

Informasi Pelatihan
Syarat siswa

Kelas 5 SD – 2 SMA (10-17 tahun) = 72jam
Kelas 1 SD - 3 SD (6-9 tahun) = 32jam

Fasilitas Pelatihan : Ruangan ber AC, Konsumsi (makan & snack 9x pertemuan), - madu HoBI, Modul, Blind Fold, T-shirt, Tas, Sertifikat, souvenir
Biaya Pelatihan
Rp.5.500.000 /siswa untuk 72jam
Rp.2.500.000 /siswa untuk 32jam 
Tempat pelatihan : Franchise HoBI terdekat  atau sekolah (In house)
Informasi lebih lanjut hubungi:

Indrawan Bravo      Hp. 081388164136