Holistic Brain Improvement (HoBI) Indonesia
Apa itu HoBI?
HoBI (Holistic Brain Improvement) adalah metode optimalisai kerja otak menyeluruh untuk mencapai tingkat kecerdasan optimal dan memiliki daya kreativitas yang tinggi
- Propolis Super pembunuh virus kanker - Trombo Propolis obat demam berdarah, Malaria dan Chikungunya - Melahirkan Tanpa Sakit - Khitan tanpa sakit - Pupuk Organik marolis Beliau sangat aktif melakukan kajian ilmiah. Setidaknya saat ini ada 28 kajian ilmiah yang sedang beliau jalankan |
Cikal bakal metode pelatihan HoBi lahir dari tangan Cahya Yudi Widianto dan sahabatnya Anton Pallaguna seorang instruktur pilot F16 AU. Selain sebagai penerbang, Anton juga merupakan pengembang metode optimalisasi Otak kanan yang hingga kini metodenya dipakai di berbagai bidang. Beliau juga menulis buku berjudul “Berjumpa Tuhan di kokpit F16” yang membahas mekanisme kerja otak dalam khusyuknya sholat |
Latar Belakang
Pondasi kecerdasan menuju potensi jenius sebenarnya dimiliki oleh setiap orang. Dimana potensi ini adalah potensi seseorang dengan kapasitas mental di atas rata-rata di bidang intelektual, terutama ditunjukkan dalam hasil kerja yang kreatif dan orisinal. Mereka selalu menunjukan imajinasi yang kuat, unik dan inovatif dan mampu mengekspresikan ide-idenya dengan lebih jelas, melalui visualisasi dengan menggunakan diagram-diagram dan analogi.
Andrew Robinson dalam bukunya yang berjudul ‘Sudden Genius?’ menemukan ternyata menjadi jenius tidak terjadi dalam waktu singkat. Harus melalui jalan bertahap. Jenius adalah hasil kerja keras yang konsisten dan ketekunan.
HoBI meletakkan pondasi kecerdasan menuju potensi jenius
Metode HoBI menggunakan berbagai stimulus untuk meningkatkan fungsi thalamus. Thalamus berperan sebagai stasiun relay dari setiap informasi yang dibawa sistem sensor, berperan dalam visualisasi dan sensasi. Untuk menguatkan fungsi visualisasi thalamus, HoBI melakukan stimulus Visual (penglihatan) , Auditory (pendengaran), Somatosensoris (peraba, penciuman, pengecap). |
Output dari thalamus ini akan diterjemahkan oleh cortex cerebralis. Penggambaran yang muncul di cortex cerebralis, diterjemahkan oleh sensasi pada sistem limbic. Saat inilah pondasi kecerdasan menuju potensi jenius diletakkan dan dimulai.
HoBI menggunakan media kentongan sebagai stimulus karena itulah frekuensi yang sesuai dengan potensi yang ada pada gelombang otak. HoBI tidak menggunakan audio (binaural beat) seperti yang banyak digunakan lembaga pelatihan otak lain, karena musik yang dihasilkan akan mempengaruhi frekuensi yang tidak terarah dan terukur. Apalagi banyak binaural beat yang ‘dicurigai’ bermuatan mind programming yang sulit kita ketahui isi (content) maupun efek sampingnya dimasa depan
Metode HoBI meningkatkan memori melalui kemampuan visualisasi dan asosiasi
HoBI mengembangkan kemampuan memori anak dengan menggunakan metode visualisasi dan asosiasi. Untuk memiliki daya ingat yang tinggi, seseorang harus memiliki neuron (sel-sel saraf) yang sangat berkembang di otaknya. Selain itu pengulangan dan repetisi juga sangat penting. Ketika suatu informasi diberikan, miliaran neuron yang berbentuk dendritik-bercabang-cabang- akan bergetar dan bersentuhan satu sama lain. Suatu ingatan hanya terjadi jika neuron yang berdekatan saling menempel cukup lama sehingga terjadi myelinisasi – proses pembentukan membran myelin di sepanjang saraf. Ketika myelin hilang atau lepas, memori juga ikut hilang. Dengan demikian myelinisasi adalah proses yang sangat penting untuk pembentukan memori
Mengapa menggunakan metode mata tertutup? HoBI menggunakan mata tertutup bukan sebagai hasil tolak ukur kecerdasan, namun sebagai sarana mengembangkan kemampuan memory dan visualisasi siswa. Saat mata tertutup, indera lainnya lebih aktif mengirim informasi. Di area cortex cerebral, terjadi penguatan sistem limbik yang satu terhadap yang lainnya. Terjadilah fenomena Synesthesia dimana kekurangan di satu bagian otak akan ditutupi oleh bagian yang lain. Kondisi inilah kapasitas sistem saraf mengembang. Sehingga memungkinkan Memory & Visualisasi semakin kuat |
HoBI BUKAN aktivasi Otak Tengah!
Akhir-akhir ini banyak lembaga pelatihan yang menawarkan pelatihan aktivasi otak tengah. Lembaga-lembaga ini mengklaim bahwa anak bisa menjadi jenius dalam waktu hanya 2 hari pelatihan ditunjukkan dengan kemampuan membaca dan melakukan aktivitas dengan mata tertutup. Sesungguhnya secara ilmiah hal ini (melihat dengan mata tertutup) tidak secara langsung menunjukkan potensi kejeniusan dan kecerdasan.
· HoBI beranggapan bahwa kecerdasan tidak terkait dengan hanya salah satu bagian otak saja melainkan interaksi antar beberapa bagian dari otak secara menyeluruh
· HoBI beranggapan bahwa proses menuju kecerdasan adalah proses bertahap yang tidak bisa terjadi secara instan hanya dengan pelatihan yang singkat.
· HoBI melakukan tahapan metode yang menghasilkan potensi anak menuju cerdas dan jenius. Dan potensi ini semakin terbentuk melalui proses berlatih secara terus-menerus
Metode HoBI telah melalui penelitian dan pengujian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan
Metode HoBI memiliki kajian ilmiah yang berkelanjutan. Diantaranya telah dilakukan pre-elementary studies yang dilanjutkan dengan penelitian “Pengaruh Metode HoBI terhadap berbagai parameter kognitif dan informasi sensoris pada anak dan dilanjutkan dengan penelitian tingkat lanjut. Dengan tim pengkajian dari UGM (Universitas Gadjah Mada)
- Prof. Dr. Mustofa M. Kes,Apt. (Ahli Farmakologi)
- Dr. Ginus Partadiredja,MSc,PhD (Ahli Fisiologi Saraf)
- Dr. Eti Nurwening S, Mkes (Ahli Farmakologi)
- Dr. Ahmad Asmedi, Sps.,MKes (Ahli penyakit Saraf)
- Dra Sri Kusrohmaniah, MA (Psikologi Umum)
- Dr. Ratna Wulan, MS (Psikologi Pendidikan)
- Rony Wijaya, ST., MT (Elektronika Insrumentasi)
- Cahya Yudi Wiadianto, ST (Holistic Brain Improvement)
- Anik Trihastuti, Spd (Holistic Brain Improvement)
Dari hasil pengujian di Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap siswa yang sudah distimulasi otak metode HoBI : 1. Terjadi pertemuan & saling berdekatan antara informasi visual & auditoris di area thalamus dan mesencephalon 2. Neuron Post menjadi lebih sensitif sesuai postulat mekanisme Hebbian 3. Ada kemiripan subyek penelitian dengan kemampuan Savant (yaitu kemampuan memory, berbahasa, perhitungan matematika dan kemampuan artistik diatas rata-rata normal. yang biasanya dimiliki sebagian anak autis) |
Selanjutnya juga dilakukan pengkajian oleh tim penguji dari UNAIR (Universitas Airlangga) di Unit Pelayanan Psikologi UNAIR. Dimana diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan IQ pada siswa yang sudah mengikuti program unggulan HoBI dibandingkan kelompok kontrol
Aplikasi
Metode HoBI memberikan aplikasi dalam bentuk Folder, Bahasa dan Matematika sebagai pilar kecerdasan menuju potensi jenius
1. Folder dan Photo-reading sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan super memory
2. Bahasa Inggris sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan verbal dan visualisasi
3. Matematika sebagai sarana pengembangan dan peningkatan kemampuan analisa & logika
Tahapan & Materi
Tahapan-tahapan yang dilakukan HoBI adalah :
- Tahapan I : Optimalisasi
Melatih anak mencapai kondisi otak berada pada gelombang teta
- Tahap II : Stimulus
Memberikan stimulasi visual, auditory, dan somatosensorik agar kemampuan Thalamus semakin berkembang
- Tahapan III : Materi
Materi yang akan diberikan dalam pelatihan 72 jam HoBi adalah :
1. Folder (penataan memori)
Memory otak harus ditata sehingga memudahkan pada proses re-calling dari setiap informasi yang dibutuhkan.Setiap informasi yang disimpan di folder selalu disertai visualisasi. Saat penataan sudah sempurna dan isi folder mencapai jumlah yang banyak, maka otak akan memiliki Library (pustaka).Bila pustaka di memory sudah banyak maka otak akan sangat cepat mengenali “informasi baru.Otak akan mengalami plastisitas (berkembangnya kapasitas memory otak)
2. Photo Reading
Pada tahap ini akan di tingkatkan koordinasi fungsi “vision” dan “eye movement”. Otak akan memerintahkan fungsi “speech” agar siswa mampu menceritakan dan menggambarkan apa yang telah ditulis dalam pikirannya (brain scanning).
3. Matematika Rekreasi
Pada tahap ini akan dibangun kemampuan logika siswa. Imajinasi anak dibimbing untuk memahami konsep bangun, bentuk, volume, sudut, penghitungan lanjutan. Saat anak paham asal usul rumus maka ia tidak bergantung pada hapalan rumus. Proses rekreasi matematika inilah yang memudahkan anak melakukan photo reading di bidang matematika
4. Bahasa Inggris
Siswa yang sudah memiliki pustaka kata yang banyak melalui proses penggambaran, akan me-labeling kosa katanya ke dalam bahasa Inggris. Kata dalam pustaka kata yang sudah dalam bahasa Inggris tersebut akan diblocking dan dituangkan dalam sebuah cerita (paragraf). Saat melakukan re-telling story visualisasi semakin kuat. Dan akhirnya siswa akan menjadi kamus berjalan (life dictionary)
Kemampuan apa yang akan di dapat siswa HoBI?
· Masing-masing siswa mampu mengenali model gaya belajar yang paling optimal bagi dirinya
· Mampu berhitung lebih cepat
· Memahami KONSEP MATEMATIKA REKREASI, sehingga siswa senang dan paham dengan pelajaran matematika. Bahkan dengan mudah bisa mengikuti pelajaran matematika satu tingkat diatasnya
· Mampu menguasai metode penataan pikiran (folder system)
· Mampu menghafal 1 BUKU DALAM 24 JAM
· Kemampuan photo reading untuk menghasilkan gambaran & pemahaman yang akurat
· Memiliki daya memori yang kuat dan detail (Super Memory)
· Memiliki dasar kemampuan untuk menguasai berbagai bahasa
Apa bedanya HoBI dengan yang lain?
1. HoBI memiliki tes potensi gaya belajar
Siswa HoBI akan dilihat potensi gaya belajarnya sehingga mampu mendeteksi model belajar yang paling cocok bagi dirinya. Menyangkut interaksi anak dengan lingkungan sebagai tolak ukur kebiasaan anak secara komprehensif. Yaitu gaya belajar : Visual, Verbal, Aural, Physical, Logical, Social, Solitary
2. Metode HoBI berdasarkan hasil pengkajian & penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah
Metode optimalisasi otak HoBI berdasarkan hasil pengkajian ilmiah baik melalui kajian primer maupun literatur yang dilakukan para ahli farmakologi, neuro science, psikologi, fisika dan lain-lain dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
3. Metode HoBI memberikan tools bagi siswa untuk mempermudah proses belajar di sekolah
HoBI tidak berhenti pada metode optimalisasi otak tetapi juga langsung memberikan banyak metode belajar yang bisa dipergunakan siswa untuk membantu proses belajar mereka di sekolah diantaranya : Folder, photoreading, matematika rekreasi dan bahasa.
4. Konsultasi dan maintenance
HoBI juga memberikan sarana konsultasi bagi orang tua dan maintenance bagi siswa yang ingin memperdalam materi dan metode belajar HoBI (diluar pelatihan 72 jam)
5. Garansi Sampai Bisa
Sudah menjadi komitmen kami untuk menghasilkan output pelatihan yang berkualitas. Siswa yang belum optimal bisa mengikuti kelas remedial tanpa kami kenakan biaya pelatihan dan kami menggaransi sampai siswa bisa
6. Small Class
Untuk mencapai kualitas optimal setiap kelas hanya berisi 20 siswa dan setiap 5 siswa akan dibimbing dengan 1 orang trainer
Informasi Pelatihan
Syarat siswa :
Kelas 5 SD – 2 SMA (10-17 tahun) = 72jam
Kelas 5 SD – 2 SMA (10-17 tahun) = 72jam
Kelas 1 SD - 3 SD (6-9 tahun) = 32jam
Fasilitas Pelatihan : Ruangan ber AC, Konsumsi (makan & snack 9x pertemuan), - madu HoBI, Modul, Blind Fold, T-shirt, Tas, Sertifikat, souvenir
Fasilitas Pelatihan : Ruangan ber AC, Konsumsi (makan & snack 9x pertemuan), - madu HoBI, Modul, Blind Fold, T-shirt, Tas, Sertifikat, souvenir
Biaya Pelatihan :
Rp.5.500.000 /siswa untuk 72jam
Rp.2.500.000 /siswa untuk 32jam
Rp.5.500.000 /siswa untuk 72jam
Rp.2.500.000 /siswa untuk 32jam
Tempat pelatihan : Franchise HoBI terdekat atau sekolah (In house)
Informasi lebih lanjut hubungi:
Indrawan Bravo Hp. 081388164136


Tidak ada komentar:
Posting Komentar